Tentang Kami

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) merupakan organisasi alumni peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

PCMI menjadi wadah para alumni untuk melaksanakan Social Contribution dan Post Program Activity (PPA).

Alumni PPAN

Apa kata mereka ?

  • Desi Aprianti

    AIYEP 2016

    Program ini memperkuat jati diri, meluaskan wawasan hidup, serta menautkan tali-tali hati lintas benua.

  • Lia Haryana

    ASVI 2016

    One of the life changing experiences in my life, it helps me to find the best of myself.

  • Naeyza Islamey Ningrum

    ICHYEP 2016

    By having 99 like-minded high achievers, this program guides me to live with passion.

  • Adi Idham Siregar

    IKYEP 2016

    Program ini memberi kunci untuk membuka pintu pengetahuan, keluarga, dan pengalaman baru.

  • Rian Novriansyah

    ICHYEP 2016

    Program ini mengajarkan saya akan pentingnya menjadi pemuda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa pemimpin.

#SeleksiPPAN2017

Are you the next youth ambassador?

Technical Meeting, 6 April 2017!

Informasi

Informasi Seleksi PPAN, Cerita Pengalaman Program, dan Kegiatan Social Contribution & PPA.

  • BONUS YANG PALING BERHARGA

    Di dalam suatu proses yang panjang dan berlika-liku, saya percaya akan ada hikmah dan ‘bonus’ yang akan didapatkan dari setiap proses yang dijalani. Dan setiap individu yang menjalani suatu proses pasti akan mendapatkan hikmah dan ‘bonus’ dari proses yang telah ia jalani tersebut. Walaupun tidak semua orang akan mendapatkan ‘bonus’ tersebut, akan tetapi setidaknya setiap orang pasti akan mendapatkan hikmah dibalik proses yang telah mereka jalani.

    Begitu juga dengan proses seleksi PPAN, setiap individu yang menjalakannya pasti akan mendapatkan hikmah dan juga beberapa orang tentu akan mendapatkan ‘bonus’ dari proses tersebut. Di seleksi tahun 2017 ini, Alhamdulillah saya masuk ke dalam kelompok orang-orang yang mendapatkan ‘bonus’ tersebut. Ya, dari proses seleksi PPAN 2017, saya mendapatkan ‘bonus’ berupa, terpilihnya saya menjadi kandidat delegasi SSEAYP untuk mewakili Provinsi Bengkulu.

    Setelah mendapatkan ‘bonus’ tersebut bukan berarti perjuangan saya, Mba Jeje, Heru, Ella, Bang Wahyu, dan Putri sudah selesai. Namun sebaliknya, ini adalah tahap awal perjuangan yang sesungguhnya untuk menaklukkan semua keterbatas yang kami miliki.

    Tentunya untuk bisa menikmati ‘bonus’ tersebut, kami harus mengikuti pelatihan daerah atau yang dikenal sebagai Pra-Pre Departure Training (PPDT) selama lebih kurang 13 minggu. Kami sebagai kandidat delegasi untuk pertukaran pemuda antar negara dari Provinsi Bengkulu tentunya harus menyiapkan performa yang baik sebagai representatif dari Provinsi Bengkulu.


    Saat materi beauty and grooming di PPDT
    Di PPDT, kami diajari hal-hal baru mengenai softskill dan hardskill. Kami diajari dalam membuat paper yang benar, presentasi yang baik, graphic design, news letter, video, menulis aktikel, beauty and grooming dan lain-lain. Selain itu, kami juga diajarkan mengenai tarian-tarian tradisional dan lagu-lagu daerah dari Provinsi Bengkulu dan Provinsi-Provinsi lainnya.

    Tidak hanya itu, pelatihan fisik juga merupakan hal terpenting yang kami jalani selama PPDT. Kami menjalani olah raga rutin setiap minggunya dengan struktur dan target tertentu, kami juga harus menguasai beberapa tarian daerah di Indonesia dalam waktu proses PPDT tersebut. Disinilah saya benar-benar merasakan bagaimana jatuh bangun, kehilangan semangat, dan perjuangan untuk melewati semuanya.

    Masa ketika PPDT merupakan masa yang cukup berat bagi saya. Dimana pada masa itu saya harus membagi fokus saya menjadi dua yaitu Tugas Akhir (TA) dan PPDT. Saya saat itu merupakan mahasiswa tingkat akhir Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Dimana saat itu, saya harus mengurus semua urusan akademik di Jakarta dan harus mengikuti pelaksanaan PPDT di Bengkulu. Ketika itu, jika saya ingin lulus tepat waktu di tahun 2017, saya harus bolak-balik Bengkulu-Jakarta. Ini benar-benar sulit pada awalnya, namun tidak ada yang benar-benar sulit jika kita mau mencoba, bukan?

    Saat sedang menari Tarian Orlapei
    Alhasil, saya bisa melalui itu semua dengan lancar. Saya berhasil melalui PPDT tanpa hambatan, berbarengan dengan saya dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Tentunya semua itu perlu pengorbanan waktu dan materi yang hal tersebut sebanding dengan apa yang didapatkan. Saya sangat bersyukur pada saat itu waktu pelaksanaan PPDT dilaksanakan di hari sabtu dan minggu, dengan kata lain tidak mengganggu waktu untuk urusan akademik saya. Walaupun saya harus bolak-balik Bengkulu-Jakarta beberapa kali, tapi setidaknya saya jauh lebih beruntung dari teman saya yang mengalami hal yang sama dengan saya namun dia harus bolak-balik Manado-Jakarta yang harga tiketnya hampir 2x lipat dari harga tiket Bengkulu-Jakarta.


    The Betheone (a.k.a Biduan)
    Tahun 2017 merupakan tahun yang sangat berkesan bagi saya dimana saya banyak sekali mendapatkan ’bonus’. Selain ‘bonus’ lulus seleksi tentu saya juga mendapatkan ‘bonus-bonus’ lain yang sangat berharga dari proses yang saya lalui. Salah satu ‘bonus’ yang saya dapatkan dan sangat berkesan bagi saya adalah The Betheone (a.k.a Biduan). Ya, mereka adalah kelurga baru saya yang menemani saat-saat PPDT. Mereka yang telah mendukung satu sama lain dan mengisi setiap kekurangan-kekurangan satu sama lain. Dan mereka yang telah mengajarkan, menginspirasi, dan memahami saya seperti teman, adik, kakak mereka sendiri.

    Saya menyadari tanpa The Betheone dan kakak-kakak PCMI sebagai facilitator saat PPDT, saya hanya gelas kosong yang belum terisi apapun. Namun setelah semua ilmu, pengalaman, pengorbanan, kisah, dan cinta selama PPDT, gelas kosong tersebut akhirnya sedikit demi sedikit terisi dan dapat berguna untuk banyak orang.


    Randika Dwiputra
    SSEAYP 2017
  • Keluarga sebagai Penyokong Keberhasilan

    Setiap pencapaian pasti menyimpan cerita di baliknya, baik itu cerita tentang perjalanan meraihnya, sosok yang berpengaruh terhadap pencapaian itu sendiri ataupun kisah jatuh bangun yang di lalui. Seperti orang kebanyakan Tentunya saya juga mempunyai kisah di balik pencapaian dan semangat besar yang tumbuh dalam diri saya, dan keluarga baru saya yakni kandidat pertukaran pemuda antar negara batch 2017 yang menjadi obor penyala perjuangan saya untuk dapat menaklukkan semua keterbatasan serta mencapai titik ini dimana saya menemukan diri saya yang baru .

    Setelah melalui proses dan tahapan seleksi yang begitu menantang dalam PPAN 2017, Allah menjawab do’a-do’a saya. Sebelumnya saya tidak menaruh harapan begitu besar untuk lolos dalam proses seleksi karena saya menyadari bahwa banyak sekali orang hebat yang ikut berjuang bersama saya saat itu, dan mereka memiliki kemampuan luar biasa yang layak membawa mereka sebagai delegasi Indonesia selanjutnya untuk tahun 2017. Saya berusaha dan berjuang semampu saya, semaksimal yang saya bisa setelah itu sisanya saya pasrahkan kepada Tuhan saja. Pada tanggal 13 April saya dan kelima orang lainnya di nyatakan lolos sebagai kandidat pertukaran pemuda antar negara tahun 2017. Saya bahkan tak percaya apakah ini benar-benar terjai atau saya hanya mimpi. Memang terengar klise namun untuk seseorang seperti saya yang benar-benar baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini, rasanya ini adalah hadiah yang terlalu besar dari Allah saya benar-benar tak menyangka. Saya dan lima orang lainnya di nyatakan lolos ke negara pilihan saat proses seleksi, saya memilih Korea, mbak Jeje memilih Malaysia, mbak Putri Canada, kak Heru India, kak Dika Jepang, dan kak Wahyu Australia.

    Setelah di nyatakan lolos proses seleksi bukan berarti perjuangan kami sudah selesai, namun sebaliknya, ini adalah tahap awal perjuangan yang sesungguhnya dalam menaklukkan semua keterbatas yang kami miliki, dan ini adalah awal bagi saya menemukan diri saya yang baru. Sebelum berangkat ke negara tujuan saya dan ke lima kandidat lainnya harus mengikuti pelatihan daerah selama kurang lebih dua bulan sebelum kami di berangkatkan ke negara tujuan masing-masing. Sebagai calon delegasi untuk pertukaran pemuda antar negara dari Provinsi Bengkulu tentunya kami harus menyiapkan performa yang baik sebagai reresentatif dari Bengkulu. Maka ari itu pelatihan sebelum keberangkatan atau Pra-Pre Departure Training atau yang di sebut juga dengan PPDT menjadi suatu keharusan dan komitmen yang harus kami jalani.

    Dimulainya PPDT adalah awal bagi saya, mbak Jeje, mbak Putri, kak heru, kak Dika, dan kak Wahyu di satukan dalam ikatan keluarga yang baru sebagai kontingen batch 2017. Sejak hari pertama PP DT hampir keseluruhan waktu saya di habiskan bersama mereka. Dalam proses PPDT kami banyak sekali di berikan ilmu serta pelatihan fisik terstruktur untuk menempah kami masing-masig mejadi pribadi yang tangguh dan berwawasan luas. Kami mendapatkan banyak pelatihan materi seperti cara pembuatan paper, essay, dan bidang kepenulisan lainnya. Kami juga di tuntut untuk mampu tampil di depan umum dengan pemberian materi cara presentasi, pidato dan public speaking. Kami juga di berikan pelatihan pengoptimalan media elektronik yang bertujuan untuk menunjang kemampuan kami seperti graphic design, pembuatan template power point, editing dan masih banyak lainnya.

    Tidak hanya soft skills dan wawasan, pelatihan fisik juga merupakan hal terpenting yang kami jalani selama PPDT. Kami menjalani olah raga rutin setiap minggunya dengan struktur dan target tertentu, kami juga harus menguasai beberapa tarian daerah di Indonesia dalam waktu dua bulan proses PPDT tersebut. Disinilah saya benar-benar merasakan bagaimana jatuh bangun, kehilangan semangat dan perjuangan untuk melewati semuanya. Awalnya saya sangat merasa terpuruk karena jika di bandingkan dengan kelima kandidat lainnya saya adalah yang paling lemah dalam berbagai hal. Selama pemberin materi serta pelatihan soft skilsl saya begitu minder karena saya tak sehebat dan seberpengalaman kelima teman saya ini, begitu pula dalam penguasaan tari atau fisik, saya adalah yang paling lamban alam menghapal tarian.

    Putus asa, kehilangan semangat serta tidak percaya diri merundung saya saat masa awal pelatihan. Saya merasa terpuruk, dan di sinilah peran keluarga baru saya bekerja, saya takut akan di anggap sebagai beban dalam batch 2017, tapi ternyata yang namanya keluarga, bagaimanapun banyaknya kekurangan yang kau miliki mereka takkan meninggalkanmu jatuh sendiri, keluargalah yang akan membantumu bangkit dan mencapai titik yang tak kau bayangkan sebelumnya. Keluarga baru saya menunjukkan kasih sayang mreka engan terus memberi sokoongan semangat serta tak lelah membantu saya untuk mengejar berbagai ketertinggalan.


    Saya bersama keluarga baru yang membuat saya mampu menaklukkan berbagai kelemahan


    Saya tak pernah menyangka betapa rasa sayang dan dukungan dari keluarga baru ini mampu membuat saya menaklukkan berbagai kelemahan dan mencapai apa yang tidak saya duga sebelumnya. Contohnya dalam penguasaan gerakan tarian, dari yang paling lambat untuk menguasainya saya akhirnya menjadi salah satu yang cepat menguasai. Dalam penguasaan materi saya pun lambat laun makin mahir atas apa yang di ajarkan, serta banyak hal lainnya yang pada akhirnya membuat saya mampu menemukan diri saya yang baru yang berhasil melampaui semua keterbatasan. berkat dukungan dan kasih sayang yang tak henti dari keluarga baru saya yang begitu berharga. Sejak saat itu saya percaya bahwa tidak ada seseorang yang benar-benar bodoh atau tak mampu melakukan berbagai hal, setiap orang haruslah bekerja keras untuk mencapai titik yang ia impikan dan sepanjang jalan yang di tempuh untuk mencapai keberhasilan itu selalu ada orang-orang penting dan terkasih yang berperan memberikanmu kekuatan yang besar.

    Ella Deskomariatno
    IKYEP 2017
  • Program PPAN

    Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1947, program-program PPAN antara lain:

    Hubungi Kami

    Untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

    PCMI Bengkulu